Kamis, 11 Desember 2008

Indahnya persahabatan...

Indahnya Persahabatan 
Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku dipagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar.Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya. Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata:

Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar. Kamu bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.

Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu.

Tunjukkanlah kepada teman- temanmu betapa kau menyukai mereka

"Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia."

(Alessandro Manzoni)

semesteran udah kelaaaaar!!!

hiyee..

semesteran udah kelar...

ga da beban...

moga ga remidi...

amiennn

tinggal foya2 ne...yeah!!

^^v

berlari..mengejar mimpi..

Gemerincing asa tergoyahkan
oleh semilir angin dari utara

Aku disini sendiri
Berdiri di bawah rinai hujan
yang terus membasahi

Kunikmati setiap tetes
yang meresap kedalam pori
Kucari kedamaian
disetiap relung sepi

Akankah keindahan itu hadir disini..?
Akankah gemercik itu mendatangkan teori..?

Teori yang menerangkan arti mimpi
Atau hanya sekedar penambal isi hati

Ah rupanya percuma saja aku disini
Bergelut dengan mimpi
Berteman harapan hampa tak pasti

Aku sadar aku harus berlari
Mengejar keping mimpi
Yang berserakan tak terkendali

Aku harus resapi
Sandarkan untai fikir dengan teori
Layangkan pandang tuk menunju titik kendali

Aku harus berimaji
Berfantasi dengan kepingan mimpi
dan untai teori
Menghasilkan korelasi yang sakti

Dan aku harus menepi
Menyurutkan lelah yang menghinggapi
Dan memberi waktu tuk berserah diri
Tuk kumulai kembali berlari
...